JAMU TRADISIONAL TEMULAWAK
Back to nature
Jargon ini agaknya tengah naik daun, dan menjadi gaya hidup masa kini.
Membuat banyak orang semakin bergairah memanfaatkan produk-produk alami,
termasuk konsumsi tanaman herbal untuk meningkatkan kualitas kesehatan.
Di antara ragam tanaman obat yang kita kenal, temulawak paling favorit.
"Temulawak itu bisa dikatakan jantungnya obat-obatan tradisional, 70
persen pengusaha jamu memakai campuran temulawak," kata Direktur Utama
PT Njonja Meneer, Charles Saerang.
Sejak 40 tahun terakhir, sejumlah penelitian membuktikan khasiat
temulawak sebagai penyembuh penyakit hati atau liver. Kuncinya ada pada
kandungan kurkuminoid dan minyak atsiri, yang berperan mempercepat
regenerasi sel-sel hati yang mengalami kerusakan akibat pengaruh racun
kimia.
Kurkuminoid terdiri atas kurkumin dan desmetoksikurkumin, yang
bermanfaat menetralkan racun, menghilangkan nyeri sendi, meningkatkan
sekresi empedu, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah,
antibakteri, mencegah pelemakan dalam sel-sel hati, dan antioksidan.
Sedangkan minyak atsiri menyimpan khasiat untuk meningkatkan produksi getah empedu dan menekan pembengkakan jaringan.
Tak heran jika sejak beberapa tahun lalu, pemerintah mencanangkan
Gerakan Nasional Minum Temulawak (GNMT). Tanaman obat yang memiliki nama
latin Curcuma xanthorrhiza Roxb ini dipromosikan sebagai tanaman herbal
dengan sejuta manfaat, di antaranya:
- Sebagai antioksidan pencegah kanker
- Menormalkan lemak darah, termasuk kolesterol
- Memperbaiki fungsi pencernaan
- Menambah nafsu makan
- Memelihara kesehatan fungsi hati
- Antiradang dan nyeri sendi
- Menghambat penggumpalan darah
HARGA Rp 12.000